Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 03, 2010

Inilah Perbedaan Orang Amerika, Inggris, Dan Indonesia

Suatu ketika pernah di adakan lomba menembak antar 3 negara, yaitu Amerika, Inggris dan Indonesia.

kontestan pertama dari Amerika, dia menaruh sebuah semangka di kepala seseorang dan menembaknya dari kejauhan, dan duarr.. semangka itu hancur terkena tembakan orang Amerika itu, sambil meniup pistolnya orang itu berkata “I’M RAMBO”

kontestan kedua dari Inggris tidak mau kalah, dia menaruh sebuah Apel di kepala seseorang dan menembaknya dari kejauhan, dan duarr… Apel itu hancur terkena tembakannya. sambil meniup pistolnya orang itu berkata “I’M JAMES BOND”

Kontestan ke 3 dari Indonesia, dengan sangat brani meletakan sebutir telur burung puyuh diatas kepala seseorang, dan menembaknya dari kejauhan, dan duaarrrr, tembakannya miss, malah terkena kepala orang, sambil meniup pistolnya orang Indonesia itu berkata “I’M SORRY”




Selasa, November 10, 2009

Asal Muasal Rokok

Karno adalah kepala keluarga yang keseharian bekerja berjualan nasi goreng di ujung gang. Saat pulang berjualan, Karno mendapati istrinya tidur dalam keadaan tidak berpakaian, dengan tubuh berkeringat, seperti baru 'beraktivitas'.

Karno kemudian menghampiri sang istri di tempat tidur, dan melihat sebatang rokok yang masih menyala di atas asbak yang bukan miliknya. Sebuah pertanyaan investigasi di alamatkan untuk sang istri.

Karno: "Kalau tidak mengatakan asal rokok itu, kubunuh kamu"
Narsih: "Rokok yang mana Mas?"

Karno: "Itu yang di asbak rokok dari mana asalnya?"
Narsih: "Itu rokok khan Gudang Garam Super dari Kediri mas"

Karno: "Oh saya kira dari laki laki lain........."


Terapi Seks

Joko Susetyo mendatangi seorang dokter dan meminta nasehat agar kehidupan seksnya dapat berjalan dengan baik. Setelah beberapa saat dokter melakukan pemeriksaan beberapa rekomendasi diberikan untuk pria yang hingga kini belum punya keturunan itu.

"Kesehatan Bapak tidak ada masalah, alias bagus-bagus saja. Mungkin bapak perlu jogging kira-kira 15 KM per hari. Setelah lima hari coba gunakan hubungan dengan sang istri, baru nanti telepon saya," nasehat sang dokter.

Karena sudah lima hari, sang dokter pun menunggu telepon dari Joko, hingga akhirnya hari keenam sang dokter bertemu Joko di dekat rumahnya.

"Bagaimana pak hasilnya, sudah dicoba? Kok nggak telepon saya?" tanya sang dokter.

"Belum saya coba dok, habis enam hari ini saya berjalan 15 Km per hari. Saya berada 90 Km dari rumah," tegasnya.


Bahasa Inggris versi Paijo


Suatu hari saya jalan-jalan ke Malioboro Jogja dan menemukan adegan lucu. Saat itu ada bule kehilangan sepeda motornya yang baru saja diparkir di depan toko. Sang bule bertanya pada temen saya, Paijo, yang saat itu kebetulan berada di tempat parkir. "Apakah melihat orang yang mengambil sepeda motor saya," tanya sang bule dalam bahasa Inggris.

Paijo yang orang jowo asli bilang dengan bahasa Inggris sesuai yang pernah dipelajarinya, "Yes, he use to table square-square. Worth
he fast-fast go without any wet expire."

Maksud Paijo, Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat cepat pergi tanpa basa basi.

Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, "Different river if park bicycle motor liver-liver yes." Maksudnya: Lain kali kalau parkir sepeda motor hati-hati ya.

Si bule bingung nggak tau harus ngomong apa. Lalu Paijo bergumam dalam hati karena takut bulenya denger, "Basic bule!"

Maksudnya: Dasar bule!

Si bule ngeloyor pergi dan dengan pede-nya Paijo bilang, "Breasttttt!" sambil melambaikan tangannya.

Maksudnya: Dadaaaaa!

"Basic stupid, Paijo don't know himself," (Dasar bego, Paijo gak tau
diri, red) pikirku dalam hati saat itu, takut kedengeran Paijo karena dia pasti tahu artinya.

Nasehat Seorang Ibu


Selama berabad-abad, seorang ibu selalu memberi nasihat yang baik dan pepatah yang patut dicatat pada anak mereka. Dan berikut ini hanya beberapa contoh kecil:

Ibu Monalisa: "Aku dan ayahmu sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli kawat gigimu, Mona ... apa hanya itu senyum paling lebar yang bisa kau berikan pada kami?"

Ibu Colombus: "Aku tidak peduli kau menemukan apa, Christoper... setidaknya kan kau bisa menulis surat padaku?!"

Ibu Albert Einstein: "Tapi, Albert ... ini kan acara pemotretan SMU-mu, apa kau tidak bisa merapikan rambutmu sedikit? Pakai gel, mousse, atau apalah...?"

Ibu Michael Angelo: "Mike, apa kau tidak bisa melukis di tembok saja seperti anak-anak lain? Kau tidak bisa membayangkan ya, susahnya membersihkan lukisanmu di langit-langit?!"

Ibu Batman: "Mobilmu bagus, Bruce. Tapi apa kau sadar seberapa mahal asuransinya?"

Ibu Superman: "Clark, ayahmu dan aku sudah membicarakan ini dan kami memutuskan untuk memberimu saluran telepon sendiri, supaya kau tidak usah sering-sering masuk ke boks telepon umum"

Ibu Thomas Edison: "Tentu saja aku bangga kau menemukan bola lampu listrik ... Thomas sekarang matikan lampu itu dan pergi tidur!"

Perempuan Pakai Training


Suatu hari Pardi clingukan di depan sebuah Kampus di Malang. Matanya melirik seorang gadis yang tengah berlari-lari kecil dengan mengenakan training. Perempuan dengan rambut dikuncir ekor kuda itu pun, melayani pertanyaan mahasiswa yang tidak lulus-lulus itu.

Pardi : Mbak, habis latihan Karate ya?
Cewek: Nggak! (setengah terheran-heran)

Pardi : Ooo... latihan Taekwondo, ya?
Cewek: Nggak

Pardi : Pencak Silat kali?
Cewek: Nggak! kenapa sih mas nanyanya aneh banget?

Pardi : Habis mbak pakai baju training gitu.
Cewek: Saya habis aerobik.

Pardi: Ooo... Bukan habis latihan bela diri, ya?
Cewek: Tidak

Pardi : Bisa bela diri nggak, Mbak?
Cewek: Nggak! (semakin bingung)

Cowok: Berarti bisa digodain dooong, Namanya siapa mbak?

Dalam Keadaan Gawat Darurat


Berkat bantuan seorang saudara, Siswati akhirnya diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Dia mendapatkan ruang kerja di lantai satu, sementara sang bos berada di ruang VIP di lantai 25.

Suatu saat Siswati mendapat telepon untuk mengantarkan berkas penting ke ruangan sang bos. Dengan suara tergesa-gesa sang bos pun meminta dengan sangat Siswati untuk segera mengantarkan berkas penting tersebut. Bos mengingatkan Siswati, ini adalah masalah darurat karena itu dia harus sampai di lantai 25 secepat mungkin.

Sang Bos menunggu dan menunggu, tapi Siswati baru muncul 30 menit kemudian, dengan pakaian yang basah kuyup oleh keringat dan nafas tinggal satu-satu karena ngos-ngosan.

Dengan suara menggelegar si bos meminta penjelasan atas keterlambatan ini dan kenapa Siswati kelihatan seperti diguyur air.

"Begini Pak," sahut Siswati dengan suara terputus-putus, "Sewaktu saya mau naik lift di sana saya membaca, 'DALAM KEADAAN DARURAT HARAP GUNAKAN TANGGA"

Sangat Religius


Abas masuk ke toko obat dan membeli sebuah kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi akan makan malam di rumah pacarnya. "Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya," tambah Abas sambil menyeringai. Kondom pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. "Saya minta satu lagi," katanya. "Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur," ungkapnya sambil menerima kondom kedua.

Abas kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. "Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati".

Dengan berbekal tiga kondom, Abas datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Abas, adik dan ibunya sudah menunggu. Abas pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Abas langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Abas makin khusuk berdoa. Dua menit, Abas terus komat-kamit, cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, "Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius".

Sambil terus menunduk, Abas menjawab dengan suara hampir menangis, "Saya juga baru tahu ayah kamu yang punya toko obat."

Resleting Celana

Martini wanita pegawai sebuah kantor swasta asing, pagi itu hendak berangkat kerja. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga tubuhnya seksinya semakin kelihatan lekuknya.

Bus kota yang ditunggunya pun datang, Martini berusaha naik melewati pintu belakang. Tapi kakinya tidak sampai di tangga bus. Menyadari karena roknya terlalu ketat, tangan kiri meraih ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya agar sedikit longgar.

Tapi, masih juga belum bisa naik, diulanginya menurunkan lagi resleting roknya. Namun belum juga bisa naik ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting.

Tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai akhirnya Martini terloncat dan berhasil masuk ke dalam bus. Martini pun melihat ke belakang, ingin tahu siapa yang telah mendorongnya.

Ternyata seorang pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Martini. "Hai, kurang ajar kau, berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!" bentak Martini.

Kata si pemuda kalem, "Yang nggak sopan itu situ mbak, masak belum kenal berani-beraninya nurunin resleting celana saya sampai tiga kali."